NEVER GIVE IN!

Khotbah Pdt. Surya Kusuma, S.Th, M.Min.

pada pembukaan Musyawarah Besar VII GPIAI

 Saudara-saudara, kita akan mendasari dari awal sampai akhir dengan firman Tuhan. Saudara persiapkanlah hati Bapak, Ibu sekalian yang hadir untuk mendengar dasar dari semua acara kita yaitu Firman Tuhan. Saya akan mengajak Saudara sekalian untuk memperhatikan kitab Yesaya pasal 51:2, khususnya bagian b akan menjadi perhatian kita semua. Saya harap Bapak, Ibu, Saudara sekalian mempersiapkan diri, ijinkan saya mengajak semuanya berdiri.

Berbahagialah Saudara sekalian yang pada siang hari ini boleh mendengar akan sabda Tuhan yang menjadi dasar dari seluruh perjalanan kita baik secara pribadi demikian pula secara menyeluruh dan kita semua ada di tengah-tengah kemuliaan Allah. Kita baca Kitab Yesaya pasal 51:2: “Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.”

Bapak, Ibu, Saudara sekalian  38 abad sudah berlangsung kalau saudara tahu kira-kiranya eksistensi atau keberadaan daripada Bapak Abraham yang ada di daerahnya di Timur Tengah sana di Ur Kasdim sekitar abad 18 SM. Sehingga dengan demikian Saudara-saudara kita dapat melihat bila disebut nama Abaraham maka itu sudah 38 Abad lebih Saudara!

Dan  kalau kita sekarang berbicara mengenai eksistensi beliau secara fisik Saudara maka Saudara hanya bisa melihat dari tuisan dari gambar-gambar yang kurang tepat menggambarkan beliau.

Saudara-saudara, 38 abad sudah berlalu, berbicara mengenai daging, darah, tulang dari pada Bapa Abraham semua sudah berkumpul menyatu dengan tanah. Namun Saudara dan saya sampai hari ini nama daripada Abraham berkumandang di seluruh belahan bumi ini di semua negara mengenal mengetahui nama Abraham. 38 Abad sudah berlalu secara fisik sudah menyatu, lebur menjadi tanah, namun kita dapat menemukan bahwa ada sekitar 4 milyard manusia yang mengatakan bahwa mereka mempunyai ikatan yang amat mendalam dengan nama Abraham. 4 Milyard manusia dan ini akan terus bergulir dan bertambah seiring dengan laju pertambahan penduduk, seiring dengan laju perkembangan religius/ agama di bumi, seiring laju perkembangan agama-agama yang ada di muka bumi ini. Yudaisme, Kekristenan, Nasrani dan kemudian Islam. Tiga agama yang selalu berkata mempunyai ikatan yang mendalam dengan Bapak Abraham. Jadi kita bisa melihat seorang manusia bisa menembus batas mati dan hidup, menembus batas daerah dan negara, menembus batas waktu, menembus batas-batas unsur-unsur religius, seorang manusia yang luar biasa.

Maka pada siang hari ni kita memasuki MUBES yang ketujuh ini semua megnatakan apa yang menjadi resep, apa yang menjadi rahasia seorang manusia sehingga memiliki pengaruh yang begitu hebat? Disinilah kita dapat menjumpai dalam kitab Yesaya 51:2 ini. Allah memanggilnya! Perjumpaan dengan Allah, pertemuan dengan Allah itulah yang bisa mengubah, membangun, mencetak, membentuk, dan menjadikan seorang  manusia sangguup memberi pengaruh-pengaruh yang luar biasa di muka bumi ini. Maka di dalam kehidupan ini jangan mengecilkan kehadiran Tuhan dan Roh Kudus.

Saudara kita bisa melihat Uni Soviet sebagai negara besar dimana  sekarang negara itu? Negara yang bisa bersaing dengan USA namun keberadaannya sekaran dimana? Negara yang punah dalam satu abad! Maka tempatkanlah Allah pada posisi yang paling utama, yang paling penting dalam hidup Anda. Allah sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada, Allah sanggup menjadikan yang ada menjadi tidak ada.

Namun Saudara-saudara bukan hanya pertemuan dengan Allah yang membuat Abraham mempunyai pengaruh yang hebat dimuka bumi ini. Dia juga mau diutus oleh TUHAN, Dia bertemu dengan Allah namun ia juga mau diubah oleh Allah. Banyak orang yang berbantah-bantah dengan Allah dan tidak mau menyerahkan dirinya untuk diubah. Namun Abraham kalau Saudara membaca Kitab Kejadian pasal 12, Saudara akan temukan satu nama manusia yang dirinya mau diubah. Ia sudah mempunyai posisi yang baik, dia mempunyai rumuah yang baik, ia mempunyai keluarga, ia mempunyai Saudara. Namun ketika Allah menjumpai dia, memanggil dia, dia mau datang dan mau diubah semua pandangannya, semua kemampuannya, semua visi misinya diubah. Inilah yang menjadi dasar untuk dapat menjadi pengaruh yang luar biasa.

Leo Rosvelt mengatakan begini: banyak orang yang berangan-angan, bermimpi-mimpi, mempunyai cita-cita dan visi untuk merubah dunia ini, namun tidak semua orang berfikir untuk mau mengubah dirinya! Itulah yang seringkali menghambat kemajuan. Maka Leo Rosvelt mengatakan seperti ini. Maka disitulah Saudara-saudara kita bisa melihat Abraham mau berubah.

Maka Musyawarah Besar yang ketujuh ini Saudara punya landasan, Saudara mempunyai konsep-konsep, Saudara mempunyai prinsip, Saudara mempunyai sesuatu yang sudah mapan, tetapi mari kita juga bisa melihat, mengevaluasi diri. Apabila Sudah ada kemapanan-kemapanan yang sudah membaku di dalam kehidupan  namun itu bisa menjadi hambatan untuk kemajuan masa depan, maka kita lihat prinsip pandangan, kemauan itu mau kita ubah untuk bisa berubah. Aku mau berubah untuk bisa mengubah. Abraham ketika dipanggil oleh Allah dan ia datang kepada Allah, diberkati oleh Allah itu usianya 75 tahun. Berapa tahun dari panggilan sampai dia terus memegang komitmennya untk setia sampai akhir?

Dia dipanggil pulang oleh Tuhan pada usia 175 tahun, berarti Saudara kalau Saudara membaca kitab Ibrani pasal 11, maka Saudara akan temukan bagaimana Abaraham ini. Sebetulnya ia bisa kembali ke kampung halamannya daripada ia melalang buana, merantau, berkeliling, tetapi ia amat setia dalam panggilan Allah. Dan dia selalu setia dengan kehadiran Allah, sampai matinya berarti ia selama 100 tahun mempertahankan kesetiaannya.

  1. Kalau Saudara mau sukses, kalau Saudara mau berhasil, kalau mencapai cita-cita, tidak cukup saudara berkata I’ve a dream, tetapi bagaimana Saudara punya semangat, antusiasme yang terus menerus, yang tidak pernah patah arang, yang tidak pernah putus asa, yang tidak pernah putus harapan, setia terus sampai akhir. Orang yang seperti ini adalah orang yang mempunyai kesempatan untuk membuka pintu-pintu keberhasilan dalam kehidupannya. Maka Edward B Bufler mengatakan seperti ini: “Ada orang yang memiliki antusiasme ketika mendengar suatu pidato, hatinya berkobar, namun tidak boleh hanya satu jam, dua jam. Semangat  berkobar-kobar mempunyai kemauan yang kuat, tetapi ada orang yang tidak tiga puluh hari, satu bulan antusiasmenya terus berkobar tiap-tiap hari. Baker mengatakan hanya orang-orang yang bisa memiliki semangat yang membara, antusiasme yang terus menerus berkobar selama tiga puluh tahun. Saudara-saudara orang itulah yang akan meraih puncak-puncak sukses dalam kehidupannya. Maka jangan hanya memiliki antusiasme yang berkisar 3 menit, 3 hari atau 30 hari, tetapi 30 tahun! Mari kita bersemangat yang tanpa padam seperti Abaraham, 100 tahun.

Namun bukan hanya semangat, Abraham  mau membayar harga! Abraham dia mau meninggalkan semuanya, tinggal di pondok, padahal ia mempunyai rumah bagus, ditinggalkan demi visi Allah. Mereka tinggal dari satu tempat lain, kedinginan dan kepanasan.

Saudara-saudara banyak orang yang bermimpi besar, mempunyai cita-cita besar, mempunyai kerinduan dan ambisi-ambisi yang besar, tetapi berapa orang yang mau membayar harga demi visi-misinya? Tidak semua orang Saudara! Bahkan kalau mempunyai mimpi besar mimpi itu harus menjadi sebuah kenyataan dan untuk menjadikan sebuah kenyataan maka semua harus berani membayar harga.

Saudara-saudara, saya membaca bagaimana Perdana Menteri Inggris Wiston Churcil berkata begini  : I have noting, but what I have I will give.  I have Blood tears soul and sweat” ( saya tak memiliki apa-apa, tetapi apa yang saya miliki akan saya berikan. Saya memiliki darah , kerja keras dan keringat).

Seharusnya seperti inilah, para hamba Tuhan dapat berkata: ” : I have noting, but what I have I will give.  I have Blood tears soul and sweat” untuk dapat membayar harga.

Saudara-saudara Inggris raya bisa mempertahankan diri dari Hitler (Jerman ) karena mempunyai seorang perdana menteri seperti ini.I have nothing but I have I will gave! Apa yang saya punya saya persembahkan. Dalam situasi yang seperti ini kalau semua warga Indonesia bisa berbicara seperti Winston Churcil saya tidak mempunyai apa-apa, saya mempunyai darah, saya mempunyai air mata, kerja keras dan keringat untuk memperjuangkan maka rakyat Indonesia akan sejahtera, dan keamanan pasti aman semua berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik untuk daerah dan Negara.

Dan pada Mubes ketujuh ini saya harap setiap peserta dapat berkata : I have…

Dan kalau seperti ini, setiap pribadi mempunyai tekah yang seperti ini, GPIAI tidak hanya ada di seluruh propinsi di Indonesia. Kita bersyukur bahwa GPIAI dapat menembus masuk ke Kalimantan tetapi masih banyak yang harus kita rintis, kita layani. Saudara-saudara kita sekarang merambah di tengah hambatan, tidak usah takut yang perlu kita setia sampai akhir  Harus ada pada diri kita semua. Dengan kita mempunyai dan saya harap dapat pada mubes 7 ini semua mempunyai tekad untuk membangun. Ada 5 P yang menjadi pergmulan kita dalam tiga hari ini. 1) ”Membina dan Meningkatkan Kualitas Pengabdian 5P (Penggembalaan, Pemuridan, Pengutusan, Penginjilan, Pembangunan Jemaat)”

Harapan dan doa saya adalah bahwa GPIAI dalam masa yang akan datang semuanya meningkat, penggembalaan meningkat, pemuridan meningkat, Penginjilan meningkat, Pembangunan  Jemaat meningkat, semuanya meningkata!

Harapan saya setiap pribadi mempunyai misi dan saya tahu tidak mudah, banyak tantangan, kesulitan, banyak hambatan, banyak problem, tetapi sekali lagi saya mengutip ungkapan Wiston Churcil Perdana menteri Inggris pada tanggal 29 Oktober 1941 ketika mengunjungi Harrow School dengan suara yang menggelegar ia berucap: ”Never give in, never give in, never, never is nothing, great or small, large or petty, never give in, except to conviction of honor and good sense. Never yield to force. Never yield to the apperently over whelming night of the anemy.

Jangan menyerah. Jangan menyerah jangan pernah jangan pernah, jangan pernah dalam hal apapun juga, baik hal yang besar maupun hal kecil, jangan pernah menyerah, kecuali kepada keyakinan akan kehormatan dan akal yang sehat. Jangan pernah menyerah kepada tekanan jangan pernah menyerah jangan pernah menyerah kepada kekuatan musuh yang nampaknya begitu dahsyat.

Itulah sebuah pidato yang menjadi dasar dari sebuah kemenangan Inggris Raya!

Harapan saya GPIAI DAN siapapun Anda baik baru lulus dari STEFA maupun sudah memegang jemaat jangan pernah menyerah.banyak hambatan, banyak kesulitan, banyak problem, baik Saudara jangan menyerah!

Untuk itu setiap Hamba Tuhan;baik Anda di desa, di gunung, jangan mengecilkan peran Anda. Milikilah semangat juang yang pantang mundur! Saudara-saudara saya masuk salatiga tahun 1976 tidak ada apa-apa. Tetapi keyakinan Allah yang menjagai saya, sehingga sampai ada gedung ini yang dapat diresmikan setalah di bangun selama 7 bulan dengan dana sekitar 1,5 milyar. Tidak ada sebuah pekerjaan di dunia ini yang bisa berkembang secara luar biasa tanpa semangat dan kerja keras. Edison menemukan bolam lampu harus melewati percobaan sampai ribuan kali.

Akhirnya Saudara-saudara, jumpailah Khalikmu, jumpailah Sang Penciptamu maka Engkau akan mengalami hal-hal yang besar dalam kehidupan Saudara. Tidak ada hal yang mustahil bila Saudara bersama Allah. Mari kita semua memilki mimpi dan mau berjuang sampai bertemu dengan Allah. Saudara meniru Wiston Churcil I have……..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: